Selasa, 05 November 2013

Indera Pendengar (Telinga)


Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.


Telinga Luar
Telinga luar terdiri dari :

1. Daun Telinga
  • Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga.

2. Saluran Luar
  • Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering. Saluran luar juga terdapat kelenjar minyak yang dapat menghasilkan kotoran telinga. Kotoran dan rambut telinga berfungsi untuk mencegah masuknya benda asing ke dalam telinga.

3. Membran Timpani (Gendang Telinga).
  • Membran timpani berfungsi untuk menerima getaran suara. terdiri dari:
  • Lapisan luar
  • Lapisan tengah 
  • Lapisan dalam (selaput lendir)

Telinga Tengah
Telinga tengah terdiri dari :

1. Saluran Eustachius
  • Saluran ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara telinga luar dengan telinga tengah

2. Tulang-Tulang Pendengaran
  • Tulang-tulang pendengaran terdiri dari tulang malleus (martil), incus (landasan) dan stapes (sanggurdi). Fungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk mengirimkan getaran suara dari gendang telinga ke jendela oval.



Telinga Dalam
Telinga tengah terdiri dari :

1. Tiga Saluran Setengah Lingkaran
2. Ampula
3. Utrikulus
4. Sakulus
5. Koklea (rumah siput)

  • Tiga saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan
  • Koklea mengandung organ Korti yang peka terhadap rangsang bunyi


Proses Pendengaran
  • Gelombang suara >> saluran telinga >>  membran timpani >> tulang martil >> tulang landasan >> tulang sanggurdi >> tingkap oval >> tingkap bulat >> kohlea >> saraf kohlea >> otak tengah


Untuk lebih jelasnya lihat video Proses Mendengar


Cara Kerja Alat Keseimbangan
Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus. Ujung dari setiap saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Alat ini disebut kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala. Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.


Sabtu, 02 November 2013

CARA PENYUSUNAN KISI-KISI DAN BUTIR SOAL + FORMAT-FORMAT LENGKAP

A.  Jenis Perilaku yang Dapat Diukur
Dalam menentukan perilaku yang akan diukur, penulis soal dapat mengambil atau memperhatikan jenis perilaku yang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan, di antaranya seperti Benjamin S. Bloom, Quellmalz, R.J. Mazano dkk, Robert M. Gagne, David Krathwohl, Norman E. Gronlund dan R.W. de Maclay, Linn dan Gronlund.
1.   Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S. Bloom adalah: (1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan, menentukan, menunjukkan, mengingat kembali, mendefinisikan; (2) Pemahaman di antaranya seperti:      membedakan, mengubah, memberi contoh, memperkirakan, mengambil kesimpulan; (3) Penerapan di antaranya seperti: menggunakan, menerapkan; (4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan, mengklasifikasikan, mengkategorikan, menganalisis; (5) Sintesis antaranya seperti: menghubungkan, mengembangkan, mengorganisasikan, menyusun; (6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan, menilai, memutuskan.
2.   Jenis perilaku yang dikembangkan Quellmalz adalah: (1) ingatan, (2) analisis, (3) perbandingan, (4) penyimpulan, (5) evaluasi.
3.   Jenis perilaku yang dikembangkan R. J. Mazano dkk. adalah: (1) keterampilan memusat (focusing skills), seperti: mendefinisikan, merumuskan tujuan, (2) keterampilan mengumpulkan informasi, seperti: mengamati, merumuskan pertanyaan, (3) keterampilan mengingat, seperti: merekam, mengingat, (4) keterampilan mengorganisasi, seperti: membandingkan, mengelompokkan, menata/mengurutkan, menyajikan; (5) keterampilan menganalisis, seperti mengenali: sifat dari komponen, hubungan dan pola, ide pokok, kesalahan; (6) keterampilan menghasilkan keterampilan baru, seperti: menyimpulkan, memprediksi, mengupas atau mengurai; (7) keterampilan memadu (integreting skills), seperti: meringkas, menyusun kembali; (8) keterampilan menilai, seperti: menetapkan kriteria, membenarkan pembuktian.
4.   Jenis perilaku yang dikembangkan Robert M. Gagne adalah: (1) kemampuan intelektual: diskriminasi, identifikasi/konsep yang nyata, klasifikasi, demonstrasi, generalisasi/menghasilkan sesuatu; (2) strategi kognitif: menghasilkan suatu pemecahan; (3) informasi verbal: menyatakan sesuatu secara oral; (4) keterampilan motorist melaksanakan/menjalankan sesuatu; (5) sikap: kemampuan untuk memilih sesuatu. Domain afektif yang dikembangkan David Krathwohl adalah: (1) menerima, (2) menjawab, (3) menilai.
6.   Domain psikomotor yang dikembangkan Norman E. Gronlund dan R.W. de Maclay adalah: (1) persepsi, (2) kesiapan, (3) respon terpimpin, (4) mekanisme; (5) respon yang kompleks, (6) organisasi, (7) karakterisasi dari nilai.
7.   Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund adalah seperti berikut.
a.  Membandingkan
-    Apa persamaan dan perbedaan antara … dan…
-    Bandingkan dua cara berikut tentang ….
b.  Hubungan sebab-akibat
-    Apa penyebab utama …
-    Apa akibat …
c.  Memberi alasan (justifying)
-    Manakah pilihan berikut yang kamu pilih, mengapa?
-    Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ….
d.  Meringkas
-    Tuliskan pernyataan penting yang termasuk …
-    Ringkaslah dengan tepat isi …
e.  Menyimpulkan
-    Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….
-    Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ….
f.   Berpendapat (inferring)
-    Berdasarkan …, apa yang akan terjadi bila
-    Apa reaksi A terhadap …
g.  Mengelompokkan
-    Kelompokkan hal berikut berdasarkan ….
-    Apakah hal berikut memiliki …
h.  Menciptakan
-    Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ….
-    Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila ….
i.   Menerapkan
-    Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ….
-    Tuliskan … dengan menggunakan pedoman….
j.   Analisis
-    Manakah penulisan yang salah pada paragraf ….
-    Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ….
k.      Sintesis
-    Tuliskan satu rencana untuk pembuktian …
-    Tuliskan sebuah laporan …
l.   Evaluasi
-    Apakah kelebihan dan kelemahan ….
-    Berdasarkan kriteria …, tuliskanlah evaluasi tentang…
B.  Penentuan Perilaku yang Akan Diukur
Setelah kegiatan penentuan materi yang akan ditanyakan selesai dikerjakan, maka kegiatan berikutnya adalah menentukan secara tepat perilaku yang akan diukur. Perilaku yang akan diukur, pada Kurikulum  Berbasis Kompetensi tergantung pada tuntutan kompetensi, baik standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya. Setiap kompetensi di dalam kurikulum memiliki tingkat keluasan dan kedalaman kemampuan yang berbeda. Semakin tinggi kemampuan/perilaku yang diukur sesuai dengan target kompetensi, maka semakin sulit soal dan semakin sulit pula menyusunnya. Dalam Standar Isi, perilaku yang akan diukur dapat dilihat pada “perilaku yang terdapat pada rumusan kompetensi dasar atau pada standar kompetensi”. Bila ingin mengukur perilaku yang lebih tinggi, guru dapat mendaftar terlebih dahulu semua perilaku yang dapat diukur, mulai dari perilaku yang sangat sederhana/mudah sampai dengan perilaku yang paling sulit/tinggi, berdasarkan rumusan kompetensinya (baik standar kompetensi maupun kompetensi dasar). Dari susunan perilaku itu, dipilih satu perilaku yang tepat diujikan kepada peserta didik, yaitu perilaku yang sesuai dengan kemampuan peserta didik di kelas.
 C.      Penentuan dan Penyebaran Soal
Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini.
Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjil
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Jumlah soal tes tulis
Jumlah soal
Praktik
PG
Uraian
1
1.1 …………
………..
6
2
1.2 …………
………..
3
1
3
1.3 …………
………..
4
1
4
2.1 …………
………..
5
1
5
2.2 …………
………..
8
1
6
3.1 …………
………..
6
1
7
3.2 ………..
………..
2
8
3.3 ……….
………..
8
Jumlah soal
40
5
2
D.  Penyusunan Kisi-kisi
Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini.
 FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL
Jenis sekolah     :  ………………………                   Jumlah soal          :  ………………………
Mata pelajaran  :  ………………………                   Bentuk soal/tes     :  ………………
Kurikulum         :  ………………………                     Penyusun              :  1.  …………………
Alokasi waktu    :  ………………………                                                         2.  …………………
no
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Kls/
smt
Materi
pokok
Indikator soal
Nomor
soal
 



           
Keterangan:
Isi pada kolom 2, 3. 4, dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri, kecuali pada kolom 6.
Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini.
1.   Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional.
2.   Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami.
3.   Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya.
E.       Perumusan Indikator Soal
Indikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. Kegiatan perumusan indikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. Untuk merumuskan indikator dengan tepat, guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan, indikator pembelajaran, kompetensi dasar, dan standar kompetensi. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. Syarat indikator yang baik:
1.   menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat,
2.   menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan,
3.   dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda).
Penulisan indikator yang lengkap mencakup A = audience (peserta didik) , B = behaviour (perilaku yang harus ditampilkan), C = condition (kondisi yang diberikan), dan D = degree (tingkatan yang diharapkan). Ada dua model penulisan indikator. Model pertama adalah menempatkan kondisinya di awal kalimat. Model pertama ini digunakan untuk soal yang disertai dengan dasar pernyataan (stimulus), misalnya berupa sebuah kalimat, paragraf, gambar, denah, grafik, kasus, atau lainnya, sedangkan model yang kedua adalah menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan di awal kalimat. Model yang kedua ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasar pertanyaan (stimulus).

(1) Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
     Indikator: Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik “belajar mandiri”, peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya. Soal  :        (Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali, kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya. Soalnya adalah: “Hari harus masuk kelas pukul 7.00., tetapi dia datang pukul 8.00 pagi hari.”)
Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut:
a. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini.
b. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini
c. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini,
d. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini
Kunci: d
(2) Contoh model kedua
Indikator: Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang.
Soal  :        Penulisan nilai uang yang benar adalah ….
a. Rp 125,-
b. RP 125,00
c. Rp125
d. Rp125.
Kunci: b
F. Langkah-langkah Penyusunan Butir Soal
Agar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal, maka harus dilakukan langkah-langkah berikut, yaitu: (1) menentukan tujuan tes, (2) menentukan kompetensi yang akan diujikan, (3) menentukan materi yang diujikan, (4) menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi, materi, dan bentuk penilaiannya (tes tertulis: bentuk pilihan ganda, uraian; dan tes praktik), (5) menyusun kisi-kisinya, (6) menulis butir soal, (7) memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif, (8) merakit soal menjadi perangkat tes, (9) menyusun pedoman penskorannya (10) uji coba butir soal, (11) analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirik hasil uji coba, dan (12) perbaikan soal berdasarkan hasil analisis.
 G.  Penyusunan Butir Soal Tes Tertulis
    Penulisan butir soal tes tertulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ulangan/ujian. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator soal yang sudah disusun dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk obyektif dan kaidah penulisan soal uraian.
Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tertulis, sangat tergantung pada perilaku/kompetensi yang akan diukur. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur/ditanyakan dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian, ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal objektif. Bentuk tes tertulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain.
 Keunggulan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan/perilaku secara objektif, sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Kelemahan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah sulit menyusun pengecohnya, sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannya.
  H. Penulisan Soal Bentuk Uraian
Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian, yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang digunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Penulis soal harus dapat merumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkat subyektivitas penskorannya.
Berdasarkan metode penskorannya, bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2, yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus (benar – salah atau 1 – 0). Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik, sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif. Untuk mengurangi tingkat kesubjektifan dalam pemberian skor ini, maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Contoh misalnya perilaku yang diukur adalah “kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan”, maka skala yang disusun disesuaikan dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang akan diuji.
Untuk tingkat SMA, misalnya dapat disusun skala seperti berikut.
Kesesuaiann isi dengan tuntutan pertanyaan      0 – 3
Skor
-    Sesuai                      3
-    Cukup/sedang     2
-    Tidak sesuai         1
-    Kosong                  0
Atau skala seperti berikut:
Kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan        0 – 5 Skor
Skor
-    Sangat Sesuai          5
-    Sesuai                        4
-    Cukup/sedang         3
-    Tidak sesuai              2
-    Sangat tidak sesuai 1
-    Kosong                        0
Agar soal yang disusun bermutu baik, maka penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisannya. Untuk memudahkan pengelolaan, perbaikan, dan pengembangan soal, maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedoman penskorannya ditulis di dalam satu format. Contoh format soal bentuk uraian dan format penskorannya adalah seperti berikut ini.
KARTU SOAL
Jenis Sekolah         :  ………………………………                Penyusun        : 1. ……………………
Mata Pelajaran       : ……………………………..                                         2. ……………………
Bahan Kls/Smt       : ………………………………                                        3. ……………………
Bentuk Soal            : ………………………………                Tahun Ajaran  : ……………………….
Aspek yang diukur  : ………………………………
 
  KOMPETENSI DASAR

  BUKU SUMBER:  
RUMUSAN BUTIR SOAL

MATERI
NO SOAL:
 

INDIKATOR SOAL



 
KETERANGAN SOAL
 
NO
DIGUNAKAN UNTUK
TANGGAL
JUMLAH SISWA
TK
DP
PROPORSI PEMILIH ASPEK
KET.

A
B
C
D
E
OMT
 

FORMAT PEDOMAN PENSKORAN

NO
SOAL
KUNCI/KRITERIA JAWABAN
SKOR
 

   
Bentuk soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus bila ada/diperlukan, (2) pertanyaan, dan (3) pedoman penskoran.
Kaidah penulisan soal uraian seperti berikut­.
1.   Materi
a.  Soal harus sesuai dengan indikator.
b.      Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan.
c.      Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran.
d.  Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.
2.   Konstruksi
a.      Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai.
b.      Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
c.  Setiap soal harus ada pedoman penskorannya.
d.  Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas, terbaca, dan berfungsi.
3.   Bahasa
a.  Rumusan kalimat soal harus komunikatif.
b.  Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku).
c.      Tidak menimbulkan penafsiran ganda.
d.  Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
e.  Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik.
 H.  Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda
Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda, maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkah-langkah berikut, langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya, langkah kedua menuliskan kunci jawabannya, langkah ketiga menuliskan pengecohnya.
Untuk memudahkan pengelolaan, perbaikan, dan perkembangan soal, maka soal ditulis di dalam format kartu soal. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. Adapun formatnya seperti berikut ini.
Untuk lebih lengkap bagaimana cara membuat  kisi-kisi dan soal yang baik download disini, klik link di bawah ini!
http://www.ziddu.com/download/19096829/PanduanPenulisanButirSoal.doc.html
atau dalam format PPT  untuk presentasi
http://www.ziddu.com/download/19097094/21.PengembanganBahanUjian-pptcontohsoal.ppt.html
semoga bermanfaat, jangan lupa kasih komentar

Download Nokia PC Suite Full Offline Installer

Download Nokia PC Suite Full Offline Installer | Nokia PC Suite adalah perangkat lunak yang mengagumkan yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan Nokia Phone ke komputer Anda dan mentransfer file antara telepon dan komputer dan sebaliknya.
 Nokia PC Suite Juga Sangat Berguna untuk menjadikan modem di PC
Berikut adalah daftar singkat dari fitur:
  • Backup dan Restore ponsel Nokia Anda.
  • Data sinkron.
  • Menghubungkan komputer ke internet dengan menggunakan telepon Anda (GPRS dll biaya akan diterapkan seperti yang disebutkan oleh penyedia layanan).
  • Synchronous phone contacts.
  • Mengirim dan Menerima pesan dari komputer Anda (fitur yang cukup keren). 
  • Kelola Kalender. 
  • Mengelola data dan file multimedia. 
  • Install aplikasi ke ponsel dari komputer.
  • Update software ponsel Anda dengan mudah dan aman.
Yang Kepengen ama ini aplikasi, bisa download pake link di bawah ..

http://adf.ly/QLPSC

Semoga aplikasinya bermanfaat.. :)

Download Microsoft Matematic untuk Belajar Matematika di Komputer

Belajar matematika di komputer diperlukan sebuah software bernama Microsoft Mathematic, walaupun dari Microsoft software ini gratis alias freeware nggak perlu patch, crack atau keygen, karena dari microsoft tentu saja software ini diperuntukkan bagi keluarga Windows yaitu Win XP SP3, Win Vista SP2, Win 7 serta memerlukan software tambahan yaitu Microsoft .NET Framework 3.5 SP1 software ini gratis juga kok. Microsoft Mathematic dapat berjalan di OS 64 bit dan 32 bit.
Microsoft Mathematics dapat membantu para siswa dalam mengerjakan tugas-tugas dari sekolah karena memiliki fitur yang lengkap seperti layaknya kalkulator biasa, selain itu sobat dapat pula mengevaluasi segitiga, mengkonversi unit satuan serta sistem persamaan. Bahkan sobat juga lebih dapat memahami tentang konsep konsep dalam matematika seperti pra aljabar, trigonometri, kalkulus bahkan fisika dan kimia.
Microsoft Mathematics Minimal System Requirements:
  • Processor 500MHz
  • Ram 256 MB
  • VGA card 64 MB
  • Space Harddisk 65 MB
Aplikasi Microsoft Mathematics ini termasuk ringan ( menurut pendapat saya) karena tidak perlu memerlukan spesifikasi komputer yang high performance. Cukup menggunakan komputer pentium 3 keatas sudah dapat berjalan dengan lancar.
Silahkan download software gratis Microsoft Mathematics disini:
Kesulitan download dari adfly lihat post Cara Mendownload Dari ADFLY
Selamat mencoba dan selamat belajar, semoga bermanfaat. Salam.

Cara Membuat Artikel Berkualitas Dalam Waktu Singkat

Membuat Artikel Berkualitas Dalam Waktu Singkat

Cara Membuat Artikel Berkualitas Dalam Waktu Singkat~ Sebenarnya artikel saya kali ini hanyalah tambahan untuk artikel saya sebelumnya tentang "Bagaimana Membuat Artikel Berkualitas Standar SEO". Jadi bagi saudara yang ingin melanjutkan membaca artikel tambahan ini, silahkan di baca dengan seksama karena penjelasanya agak sedikit rumit.

Menurut para webmaster untuk membuat artikel yang berkualitas kita itu harus rajin melakukan update artikel yang berkualitas, karena google sangat menyukai blog yang rajin melakukan update artikel. Melakukan update artikel tidak usah setiap hari, apa lagi jika artikel tersebut hasil copy paste artikel blog orang lain. Itu hanya akan membuang-buang waktu saudara saja.
Sebenarnya waktu 3-4 hari itu cukup bagi anda untuk membuat artikel yang berkualitas SEO (Search Engine Optimization), daripada orang yang menulis artikel setiap hari tetapi artikel tersebut asal-asalan dan asal jadi. Untunglah, orang seperti ini masih lebih baik daripada blogger yang mencari recehan dari blog tetapi  update artikelnya hanya 1-3 kali saja perbulan.
Tetapi mungkin saja blogger yang jarang update seperti itu mempunyai kesibukan dengan pekerjaanya di dunia nyata. Untuk itulah artikel ini hadir untuk blogger yang tidak memiliki banyak waktu untuk menulis artikel berkualitas. Tips kali ini yaitu "4 langkah mudah untuk membat artikel berkulitas dalam waktu singkat".
#1 Tutup Semua Aplikasi Lain Sebelum Menulis
Tutup semua aplikasi yang sedang aktif di komputer anda yang nantinya akan membuat anda tidak fokus dan akan menyita sebagian waktu saudara yang terbatas. Seperti : Chat, E-mail dan jangan membuka statistik blog atau penghasilan adsense saudara. Jika anda ingin mencari referensi untuk artikel yang anda tulis, silahkan browser kemudian jendela browser ditutup kembali.

#2 Buat Jadwal Terstruktur
Mempersiapkan jadwal akan membantu anda dalam menghemat waktu. Anda dapat mencoba mengalokasikan waktu sebaik mungkin, misalnya 30 menit untuk menulis artikel, 5 menit untuk memilih gambar yang pas dan 10-15 menit untuk mengumpulkan referensi dan Melakukan Riset Kata Kunci yang Tepat agar artikel anda ada di urutan pertama Mesin Pencari.
Jadi dalam waktu kurang lebih satu jam anda harus mampu membuat konten yang bagus dan berkualitas. Penjelasan di atas memang bukan harga mati, tapi hanya sebagai ilustrasi saja. Silahkan sesuaikan dengan waktu yang anda miliki dan yang palin penting anda harus merasa nyaman dengan jadwal yang anda buat.

#3 Baca Kembali Artikel Sebelum Dipulikasikan
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dan kebanyakan blogger melewatkan tahap ini karena kurangnya waktu dan kesabaran. Sebaiknya baca kembali artikel sedikitnya satu kali sebelum dipublikasikan, karena jika anda membaca artikel sebelum dipublikasikan anda dapat meneliti kekurangan dan kesalahan artikel saudara.

#4 Lakukan Editing Secara Format
Setelah selesai membuat artikel, kemudian editing atau format sebaik mungkin. Tempatkan gambar di tempat yang pas, jika gambar yang digunakan terlalu kecil sebaiknya gambar berada di sebelak kiri/kanan di barengkan dengan tulisan artikel. Saran saya lihat preview atau pratinjau artikel agar artikelnya memiliki hasil yang masksimal.
Jadi membuat artikel yang baik  dan berkualitas bukanlah perkerjaan mudah, tetapi jika anda membiasakan melakukan tips sederhana di atas. Saya yakin membuat "artikel berkualitas dalam waktu yang singkat" bukanlah hal yang mustahil.

langkah-langkah instalasi dapodikdas 2013 full gambar


Untuk melakukan instalasi silahkan download dulu aplikasinya di SINI 
Ini adalah tampilan hasil download tadi..

















 
Anda sangat disarankan untuk menutup program lainnya sebelum memulai proses instalasi. Hal ini diperlukan
agar berkas yang terkait dapat diperbarui tanpa harus booting ulang Komputer Anda.
Tekan tombol [Lanjut >] untuk melanjutkan atau tombol [Batal] untuk membatalkan instalasi.
Jika Anda memilih batalkan maka akan dikonformasi proses pembatalan intalasi, tekan tombol [Yes] untuk
membatalkan instalasi, tombol [No] untuk melanjutkan instalasi.












 
Jika Anda melanjutkan proses instalasi, maka akan ditampilkan bagian pemilihan port. Pada pemilihan port ini,
Httpd Port dan Postgres Port akan terisi otomatis. Untuk mengecek kembali portnya, klik tombol [Check Port]
agar port tidak bentrok.

















 
Setelah selesai dalam memilih port, setelah Anda klik [Lanjut >] maka akan tampil form persetujuan seperti
pada gambar berikut


















Bacalah dengan seksama sebelum menginstall atau menggunakan perangkat lunak ini. Setelah Anda baca
dengan seksama dan Anda menyetujui tekan tombol [Saya Setuju…] yang berarti Anda setuju dengan
ketentuan yang dituliskan dalam lisensi tersebut lalu klik [Lanjut >]. Atau tekan tombol [Batalkan] jika Anda
tidak setuju.


















Setelah proses penginstallan selesai, klik [Lanjut >] dan tunggu hingga proses Konfigurasi Server Dapodikdas
selesai.


Tunggu sampai indikator proses ekstrasi selesai, setelah itu tekan tombol [Selesai] untuk menutup program
instalasi. PENTING: PASTIKAN PENGATURAN WAKTU DAN TIMEZONE KOMPUTER ANDA AKURAT!
 Setelah selesai silahkan download prefiil dapodik anda dengan memasukan kode registrasi klik disini 
setelah anda download silahkan klik local disk C pada laptop anda dan buat folder baru dengan nama folder "prefill_dapodik" lalu copykan prefill yang anda download tadi di folder "prefill_dapodik".
setelah itu silahkan jalankan aplikasi lalu melakukan registrasi
sumber dapodik

Kamis, 03 Oktober 2013

Download Aplikasi DAPODIKDAS terbaru Asli dari Kemendikbud 2013




DAPODIKDAS yang sudah dinantikan akhirnya dirilis pada 1 Oktober 2013 bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.
Rilis pertama dengan beberapa catatan:
1. Prefill sedang dalam migrasi server.
2. Kode registrasi akan di kirim via email sembari login ke web utk prov/kabkota di generate ulang.
3. Silakan unduh aplikasi nya dan bahan lainnya untuk dipelajari dahulu.
4. Aplikasi versi beta / demo / testing yang pernah beredar mohon tidak digunakan. juga untuk data prefilnya versi testing tidak akan digunakan kembali.
Data Pokok Pendidikan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Aplikasi
Prefill
Formulir
Manual
Kebijakan
Demikianlah postingan kali ini semoga bermanfaat................